NEWS SINGASANA– Sebuah langkah besar dalam integrasi pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan keberlanjutan lingkungan tengah diwujudkan melalui keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan, Bali. Sekolah ini ditargetkan menjadi model sekolah berasrama ramah lingkungan yang tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga membentuk generasi muda dengan kesadaran ekologis yang kuat.
Kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif sekaligus ramah lingkungan. Kehadiran Sekolah Rakyat, menurutnya, adalah bukti nyata sinergi antara kebijakan pengentasan kemiskinan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
“Sekolah Rakyat adalah wujud nyata perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto, agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki masa depan yang setara. Bagi kami, sekolah ini juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Anak-anak yang belajar di sini bukan hanya calon pemimpin bangsa, tapi juga calon penjaga bumi,” ujar Hanif dalam siaran persnya.
Menyediakan Akses Pendidikan Gratis dan Setara
Sekolah Rakyat Tabanan saat ini menampung 73 siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tetap memperoleh hak pendidikan.
Namun, lebih dari sekadar akses pendidikan formal, Sekolah Rakyat diarahkan menjadi pusat pembentukan karakter. Para siswa bukan hanya menerima materi akademik, tetapi juga dididik untuk memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Baca Juga: Tabanan Terendam Banjir 14 Titik Infrastruktur Rusak Berat
Salah satu ciri khas Sekolah Rakyat Tabanan adalah penerapan kurikulum berbasis lingkungan. Para siswa dibiasakan melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Aktivitas sederhana ini menjadi bagian dari keseharian yang diharapkan dapat menumbuhkan budaya hidup bersih dan bertanggung jawab.
Sinergi Pendidikan dan Lingkungan
Kehadiran Sekolah Rakyat di Tabanan menjadi bukti bahwa pendidikan dan lingkungan hidup bukanlah dua hal yang terpisah. Sebaliknya, keduanya bisa berjalan seiring untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Pemerintah pusat menargetkan sekolah ini menjadi model percontohan nasional. Dengan pendekatan ini, sekolah bukan hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah pemberdayaan dan transformasi sosial.


