, ,

Desain Bandara Bali Utara Diluncurkan Terinspirasi Kura-kura Kosmik Bedawang Nala

by -718 Views

NEWS SINGASANA– PT BIBU Panji Sakti selaku pemegang proyek pembangunan Bandara Bali Utara resmi meluncurkan desain bandara yang dinanti-nantikan masyarakat Bali dan Indonesia. Peluncuran dilakukan di kantor pusat perusahaan di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. Proyek besar ini digarap bersama firma arsitektur Alien Design Consultant (DC) dengan menghadirkan desain modern futuristik yang berpijak kuat pada nilai budaya dan kearifan lokal Bali.

Arsitektur Kosmik dari Mitologi Bali

Desain Bandara Bali Utara atau North Bali International Airport mengusung inspirasi dari mitologi Bali, khususnya sosok kura-kura kosmik Bedawang Nala. Dalam kepercayaan masyarakat Bali, Bedawang Nala digambarkan sebagai kura-kura raksasa yang menyangga Pulau Bali. Jika ia bergerak, maka akan terjadi gempa bumi. Untuk mencegahnya, dua naga penjaga — Anantabhoga dan Basuki — membelit erat tubuh sang kura-kura agar tetap stabil.

Bentuk terminal dan elemen interior bandara memvisualisasikan anatomi mitologi ini. Lengkungan organik, pola geometris menyerupai cangkang kura-kura, serta sentuhan detail naga menghadirkan nuansa spiritual sekaligus estetis. Menurut studi akademis, Bedawang Nala bukan sekadar simbol hiasan, melainkan juga pengingat bagi manusia akan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis.

CEO Alien DC, Hardyanthony Wiratama, menegaskan bahwa desain yang diusung bukan hanya soal fungsionalitas dan teknologi, melainkan juga sarat makna budaya.

“Kami ingin bandara ini bukan hanya menjadi gerbang modern yang menghubungkan Bali dengan dunia, tetapi juga sebuah ruang yang hidup dan bernapas dengan ruh Bali,” ujarnya.

Menghidupkan Tri Hita Karana dalam Masterplan

Selain mitologi Bedawang Nala, bandara ini juga mengadaptasi filosofi Tri Hita Karana — harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Prinsip ini diwujudkan melalui penataan ruang yang ramah lingkungan, ruang terbuka hijau atau natah, serta integrasi lanskap pegunungan dan laut Buleleng ke dalam arsitektur.

Desain bandara menonjolkan inner court berupa taman hijau di dalam ruangan yang berfungsi sebagai jantung aktivitas sekaligus ruang publik untuk berkumpul. Interiornya menggabungkan estetika tropis, kenyamanan modern, dan ritual budaya, seperti amphitheater untuk pertunjukan seni dan budaya Bali.

Pembangunan Bandara Bali Utara Tunggu Penetapan Lokasi - aktualitas.id

Baca Juga: Evakuasi Anjing Liar di Tabanan Dari Perkebunan Hingga Kawasan Pura

Dari segi kapasitas, Bandara Bali Utara diproyeksikan mampu menampung 30 juta penumpang per tahun, dengan rincian 24 juta penumpang internasional dan 6 juta domestik. Fasilitas pendukung mencakup 32 boarding bridges dan dua massa utama bangunan:

  1. Transit Hub – pusat transfer multimoda, retail, serta aktivitas sosial-komersial.

  2. Terminal Bandara – area operasi penerbangan (airside) yang dilengkapi teknologi mutakhir.

Dengan begitu, kawasan ini diharapkan menjadi pusat aerotropolis yang mendorong pertumbuhan urbanisasi terencana di Buleleng dan sekitarnya.

Selain itu, kawasan pendukungnya mencakup aerocity, pusat bisnis komersial, taman hutan (forest park), area hospitality, hingga pusat pendidikan dan kebudayaan.

Investasi Rp 50 Triliun Tanpa APBN

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menegaskan bahwa proyek ambisius ini menelan biaya sekitar Rp 50 triliun. Dana tersebut mencakup pembangunan bandara, fasilitas aerotropolis, hingga koneksi jalan tol.

Menariknya, proyek ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Pendanaan tidak masalah, tidak gunakan APBN satu rupiah pun,” tegas Erwanto. Pendanaan diperoleh dari kerja sama dengan investor asal China yang sudah menyatakan komitmennya.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.