, ,

BPBD Tabanan Siaga Puluhan Titik Banjir Ditangani Dini Hari

by -1643 Views

NEWS SINGASANA–  Hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan sejak Selasa (9/9/2025) sore hingga Rabu (10/9/2025) dini hari menyebabkan sejumlah titik pemukiman dan ruas jalan terendam banjir. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mencatat, Kecamatan Kediri menjadi wilayah dengan laporan banjir terbanyak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menuturkan bahwa laporan pertama masuk pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.45 Wita. Petugas pun langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan cepat di lapangan.

“Ada sejumlah titik yang diatensi oleh petugas. Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa kendaraan warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam banjir,” ungkap Srinadha Giri.

Titik Banjir Meluas di Pemukiman Warga

Banjir dilaporkan merendam beberapa kawasan padat penduduk, di antaranya Perumahan Nakula dan Perumahan Panorama di Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri. Selain itu, Jalan Gajah Mada juga terendam hingga mengakibatkan dua rumah tergenang karena sungai meluap.

Kawasan lain yang turut terdampak adalah Perumahan Gria Manik Asri Jadi 2, Perumahan Taman Pertiwi, Jalan Ciung Wanara di Banjar Anyar, serta BTN Sanggulan di sekitar masjid belakang Indomaret. Bahkan, sebuah rumah di Jalan Cendrawasih, Desa Jambe Baleran, juga tidak luput dari luapan air.

Banjir juga menghantam Perumahan Gria Batu Indah di Desa Gubug, Kecamatan Tabanan, serta kawasan wisata Kedungu Village di Jalan Pantai Kedungu, Kecamatan Kediri.

“Kami menerjunkan Pusdalop dan TRC Regu 2 BPBD Tabanan dengan sarana prasarana serta armada yang dibutuhkan untuk menangani laporan. Tim fokus membantu evakuasi dan memastikan keselamatan warga,” tambah Srinadha.

Hujan Deras Sebabkan Banjir di Tabanan, Lima Bangunan di Sanggulan Ambles Tergerus | BALIPOST.com

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan 8 Titik Banjir dan Pohon Tumbang Terjadi Serentak

PDAM Tabanan Ikut Terdampak

Tak hanya pemukiman, intensitas hujan yang tinggi juga memicu gangguan distribusi air bersih dari PDAM Tirta Amertha Buana. Air yang keluar ke pelanggan dilaporkan keruh dan bercampur lumpur pada Rabu pagi.

Kasubag Humas Perumda Tirta Amertha Buana, I Putu Wahyu Untung Suardana, mengonfirmasi bahwa gangguan terjadi akibat peralatan yang sempat bermasalah akibat tekanan air bercampur lumpur. Namun, ia memastikan perbaikan segera dilakukan.

BPBD Tabanan tetap mengimbau masyarakat agar waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan dekat aliran sungai. Kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Meski tidak ada korban jiwa, banjir kali ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur drainase dan daya dukung lingkungan di Tabanan perlu mendapat perhatian serius. Selain berdampak pada kerusakan barang dan kendaraan, banjir juga berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan vital seperti air bersih.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.