NEWS SINGASANA– Suasana pendakian di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, mendadak mencekam setelah seekor anjing liar menyerang dan menggigit belasan pendaki. Total 15 orang menjadi korban gigitan, dan kasus ini sontak menggemparkan masyarakat sekitar karena adanya dugaan kuat anjing tersebut terinfeksi rabies.
Kepala Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, I Made Rimayasa, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak desa segera mengambil langkah cepat dengan melakukan eliminasi terhadap anjing liar itu untuk mencegah potensi penyebaran lebih luas.
“Status anjingnya sudah dieliminasi. Takutnya nanti kalau rabies bisa kontak dengan anjing-anjing lain karena ini menular. Hari ini juga sampelnya sedang diperiksa,” ujar Rimayasa.
Gigitan Massal Pertama di Gunung Batukaru
Gunung Batukaru, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi pendakian populer di Bali, rupanya bukan hanya menyuguhkan keindahan hutan tropis yang asri. Keberadaan anjing liar di kawasan puncak mulai meresahkan. Menurut Rimayasa, banyaknya sisa makanan yang ditinggalkan pendaki menjadi pemicu munculnya hewan-hewan liar, termasuk anjing yang diduga rabies tersebut.
“Kasus gigitan massal seperti ini baru pertama kali terjadi di Gunung Batukaru,” tambahnya.
Insiden itu terjadi di area puncak gunung. Diduga, anjing liar tersebut merasa terancam atau lapar sehingga bersikap agresif terhadap rombongan pendaki.
Korban Sudah Mendapat Perawatan
Sebanyak 15 pendaki yang menjadi korban segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas 1 Pupuan. Mereka diberikan perawatan darurat, termasuk vaksin anti-rabies (VAR) untuk mencegah risiko infeksi.
“Semua korban sudah mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan pengobatan,” jelas Rimayasa.
Pihak medis juga terus memantau perkembangan kesehatan para korban, mengingat rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Antisipasi dan Langkah Lanjutan
Menanggapi kasus ini, pemerintah desa bersama instansi terkait – termasuk Dinas Kehutanan dan Dinas Peternakan – segera melakukan langkah pencegahan. Salah satunya adalah rencana vaksinasi massal terhadap anjing di sekitar jalur pendakian Gunung Batukaru.
“Rencananya kami akan mengusulkan vaksinasi massal di jalur pendakian agar kasus serupa tidak terulang,” kata Rimayasa.

Baca Juga: Waka Polres Tabanan Ingatkan Personel Proaktif Tangani Kasus Bukan Tunggu Viral
Selain itu, pihak desa juga mengimbau para pendaki agar lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan sisa makanan sembarangan. Tindakan kecil tersebut diyakini dapat mengurangi ketertarikan hewan liar untuk berkumpul di area pendakian.
Ancaman Rabies di Bali
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa rabies masih menjadi ancaman nyata di Bali. Rabies adalah penyakit menular yang ditularkan melalui gigitan atau air liur hewan terinfeksi, terutama anjing. Tanpa penanganan medis yang cepat, rabies hampir selalu berakhir dengan kematian.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah gencar melakukan program vaksinasi rabies, namun keberadaan anjing liar di kawasan terpencil masih menyisakan tantangan tersendiri.
Edukasi untuk Pendaki
Kasus gigitan massal di Gunung Batukaru juga menjadi pelajaran penting bagi para pendaki. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Jangan memberi makan hewan liar yang ditemui di jalur pendakian.
-
Selalu bawa perbekalan dengan aman agar tidak menarik perhatian hewan.
-
Jika digigit, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir minimal 15 menit sebelum mencari pertolongan medis.
-
Laporkan keberadaan hewan liar agresif kepada petugas atau aparat desa setempat.







