NEWS SINGASANA – Peternak Sapi Tabanan diminta tidak resah meski muncul ancaman virus Lumpy Skin Disease (LSD) yang sempat mengkhawatirkan sektor peternakan. Pemerintah daerah bersama Dinas Peternakan Tabanan telah menyiapkan langkah pencegahan dan pengawasan ketat untuk melindungi sapi dari penyebaran penyakit ini. Peternak diimbau tetap tenang dan fokus menjaga kesehatan ternak.

Dinas Peternakan Tabanan menyampaikan bahwa protokol pengawasan telah diterapkan secara menyeluruh. Petugas rutin memeriksa kondisi hewan, memantau gejala awal, dan memberikan vaksinasi preventif kepada ternak yang rentan. Pendekatan ini memastikan risiko penularan virus LSD dapat ditekan seminimal mungkin.
Baca Juga : Jumlah Pengguna Harian Threads Kalahkan X
Selain itu, Peternak Sapi Tabanan diminta menerapkan langkah biosekuriti mandiri. Mereka disarankan menjaga kebersihan kandang, mengatur jarak antarternak, serta menghindari kontak langsung dengan sapi dari luar wilayah. Pemerintah daerah menekankan bahwa partisipasi aktif peternak menjadi kunci sukses pengendalian penyakit.
Peternak juga diberikan edukasi mengenai gejala awal virus LSD, termasuk demam, lesi kulit, dan penurunan nafsu makan. Informasi ini membantu peternak mendeteksi kasus sedini mungkin dan melaporkan kepada petugas kesehatan hewan untuk penanganan cepat. Penanganan dini diyakini mampu mencegah penyebaran lebih luas.
Selain langkah teknis, pemerintah terus melakukan komunikasi intens dengan asosiasi peternak dan kelompok tani. Tujuannya agar informasi terkini tentang perkembangan virus LSD tersampaikan secara cepat. Hal ini juga menenangkan peternak dan mencegah kepanikan yang dapat mengganggu aktivitas usaha mereka.
Dengan protokol ketat dan peran aktif peternak, Peternak Sapi Tabanan diharapkan tetap produktif meski dihadapkan ancaman virus LSD. Langkah kolaboratif ini memastikan kesehatan ternak terjaga, stabilitas produksi susu dan daging tetap terjamin, serta ekonomi peternak tetap aman.







