NEWS SINGASANA– Upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme (IRET) kembali digalakkan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Kali ini, Densus 88 hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Bela Negara dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme” yang diselenggarakan di Yayasan Al Amin Tabanan.
Acara yang berlangsung di lingkungan Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Amin Tabanan ini dihadiri sebanyak 420 peserta yang terdiri dari jajaran guru serta siswa-siswi. Kehadiran Densus 88 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan pelajar sekaligus membangun benteng kesadaran dalam mencegah infiltrasi paham radikal di dunia pendidikan.
Pentingnya Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda
Dalam paparannya, IPDA Hadi Nata Kusuma, selaku pimpinan tim Densus 88 yang hadir, menekankan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan bahwa arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial membuat anak-anak di bawah umur rentan terpapar konten radikal dan intoleran.
Selain itu, IPDA Hadi juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengamalkan dan menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan, yakni:
-
Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa,
-
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi,
-
Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan, dan
-
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara yang harus dijaga bersama.
Baca Juga: BPBD Tabanan Kerugian Akibat Bencana Capai Rp3 Miliar, Perbaikan Gunakan Dana BTT
Guru dan Siswa sebagai Mitra Pencegahan
Salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah peran aktif guru dan siswa dalam mencegah berkembangnya paham IRET di lingkungan pendidikan. Menurut IPDA Hadi, guru memiliki posisi strategis untuk membimbing siswa, sementara siswa diharapkan dapat menjadi duta positif yang menyebarkan nilai toleransi di masyarakat.
Pihak Yayasan Al Amin Tabanan memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Densus 88 yang secara langsung memberikan pencerahan kepada para pendidik dan pelajar. Menurut pengurus yayasan, kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mempertebal benteng keimanan serta toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami merasa terhormat dapat bermitra dengan Densus 88 dalam upaya pencegahan paham IRET. Edukasi ini sangat penting, khususnya bagi para siswa kami yang merupakan generasi penerus bangsa,” ungkap salah satu perwakilan yayasan.







